MEDAN – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Alex Sinulingga, memastikan bahwa hingga tahun 2025 seluruh SMA negeri, SMK negeri, dan SLB negeri di Sumatera Utara telah teraliri listrik dan akses internet, termasuk sekolah-sekolah yang berada di wilayah terpencil dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Hal tersebut disampaikan Alex Sinulingga saat memaparkan capaian program pemenuhan infrastruktur pendidikan yang menjadi kewenangan langsung Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, khususnya terkait penyediaan energi dan konektivitas digital di sekolah.
“Untuk tahun 2025, kita berbicara tentang capaian penanganan permasalahan listrik dan internet di sekolah-sekolah yang berada di bawah Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara. Ini juga sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada sektor energi dan akses teknologi,” ujar Alex.
Ia menjelaskan, pada tahun 2025 pihaknya telah memasang akses internet di 193 sekolah yang sebelumnya belum terjangkau jaringan. Strategi yang diterapkan disesuaikan dengan kondisi geografis dan infrastruktur di masing-masing daerah.
Untuk sekolah yang belum teraliri listrik, Disdik Sumut memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Sementara bagi sekolah yang memungkinkan terhubung dengan jaringan listrik nasional, pihaknya melakukan kolaborasi dengan PT PLN (Persero).
“Kalau listriknya belum sampai, kita pasang PLTS. Tapi kalau bisa masuk jaringan PLN, tentu kita berkolaborasi dengan PLN,” jelasnya.
Sedangkan untuk penyediaan internet, Alex mengatakan bahwa sekolah-sekolah yang tidak terjangkau jaringan kabel atau tiang internet dipasangi layanan Starlink. Program ini menyasar sejumlah sekolah di wilayah terpencil, termasuk di daerah kepulauan dan pegunungan.
Beberapa sekolah di wilayah 3T tercatat menjadi prioritas pemasangan. Untuk PLTS, terdapat tujuh sekolah, sedangkan sistem stabilisasi listrik dipasang di delapan sekolah. Selain itu, Disdik Sumut juga melakukan perbaikan instalasi listrik di 25 sekolah serta penambahan peralatan daya listrik di 21 sekolah.
“Dengan berbagai intervensi ini, target kita jelas. Tahun 2025 seluruh SMA, SMK, dan SLB negeri di Sumatera Utara sudah teraliri listrik dan memiliki akses internet,” tegas Alex.
Namun demikian, ia juga mengingatkan pihak sekolah untuk memastikan kewajiban pembayaran layanan listrik dan internet yang telah terpasang dapat dipenuhi. Menurutnya, jika tidak dibayarkan, hal tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Kami imbau kepala sekolah, setelah listrik dan internet terpasang, kewajibannya juga dipenuhi. Jangan sampai nanti muncul anggapan bahwa program ini tidak berjalan, padahal faktanya di lapangan sekolah-sekolah tersebut sudah teraliri listrik dan internet,” pungkasnya.












