BRT Mebidang Direncanakan Beroperasi Tahun Ini, Gunakan Bus Listrik

oleh -12 Dilihat
Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara, memberikan keterangan Pers kepada awak media terkait “Realisasi Bus Listrik Medan, Binjai, Deliserdang (Mebidang), Mudik Gratis dan Jalur Aman Pulang Kampung" di Lobby Dekranasda Lt.1, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jumat (6/3/2026).
banner 468x60
BAGIKAN

mediasumutku.co.id,MEDAN – Moda transportasi massal Bus Rapid Transit (BRT) Medan–Binjai–Deliserdang (Mebidang) direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2026. Sistem transportasi ini akan menggunakan bus listrik melalui kerja sama dengan pihak dari Tiongkok.

Pada tahap awal operasional, BRT Mebidang akan melayani 12 koridor. Dari jumlah tersebut, 10 koridor berada di wilayah Kota Medan, sedangkan dua koridor lainnya mencakup kawasan Mebidang yang berada di bawah pengelolaan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan.

banner 336x280

Dua koridor yang berada di bawah pengawasan Pemprov Sumut yakni rute Binjai–Medan–Carrefour serta Lubukpakam–Amplas–Simpang Pelangi.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut Rochani Litiloly optimistis kehadiran BRT dapat membantu mengatasi persoalan transportasi sekaligus mengurangi kemacetan di kawasan Mebidang.

Menurutnya, penggunaan bus listrik juga diharapkan dapat menekan emisi serta mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.

“Ini bertujuan untuk mengurangi emisi dan penggunaan kendaraan pribadi karena di daerah kita penggunaan kendaraan pribadi terus meningkat. Hal itu juga dipicu karena transportasi umum masih minim. Mudah-mudahan tahun ini sudah bisa kita nikmati,” ujar Rochani dalam konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Jumat (6/3/2026).

Rochani menjelaskan, saat ini pemerintah masih melakukan perumusan detail terkait kebutuhan jumlah armada bus listrik serta pembangunan depo pengisian daya.

Setelah proses perencanaan selesai dan kontrak ditandatangani, pemesanan bus listrik diperkirakan membutuhkan waktu sekitar lima bulan karena armada tersebut diproduksi melalui sistem build up.

“Masih dalam proses. Demand-nya juga terus berubah, dari sebelumnya 17 koridor kemudian 14 hingga menjadi 12 koridor. Itu akan menentukan jumlah bus dan depo yang dibutuhkan,” jelasnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Dishub Pemprov Sumut Darwin Purba menyebutkan sistem BRT yang akan diterapkan memiliki konsep yang mirip dengan sistem Jaklingko di Jakarta.

Menurutnya, BRT akan memiliki jalur khusus sehingga waktu tempuh perjalanan dapat lebih cepat dan efisien.

“BRT memiliki jalur sendiri seperti Transjakarta sehingga bisa lebih cepat. Kami juga mendorong agar angkutan kota yang sudah ada nantinya dapat menjadi feeder atau pengumpan menuju jalur BRT sehingga sistem transportasi bisa terintegrasi,” kata Darwin.

Dengan konsep integrasi tersebut, diharapkan transportasi publik di kawasan Medan, Binjai, dan Deliserdang (Mebidang) dapat menjadi lebih efektif serta mampu mengurangi kemacetan dan penggunaan kendaraan pribadi.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.