Bobby Nasution Minta Ricky Anthony Belajar Lagi Usai Tudingan Arogan

oleh -49 Dilihat
banner 468x60
BAGIKAN

Mediasumutku.co.id  | Medan Kamis 30 Juli 2026 Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, menyarankan Wakil Ketua DPRD Sumut Fraksi NasDem agar belajar lagi dalam berpolitik.

Hal itu disampaikannya setelah adanya pernyataan Ricky Anthony yang menyebut Bobby arogan karena walk out saat rapat paripurna pengambilan keputusan laporan pertanggungjawaban APBD 2025.

banner 336x280

“Coba suruh belajar lagi yang bilang arogan itu. Mungkin baru berpolitik dia. Karena saya sudah pernah dulu sama Bang Ihwan Ritonga di Pemko Medan saat kami menjadi eksekutif mencoba mempertanyakan tentang kuorum anggota legislatif, dibilang Bang Ihwan kami tidak ada hak,” ujarnya pada wartawan di Gedung DPRD Sumut, Kamis (30/7/2026).

Baca juga:  Bupati Labuhanbatu Silaturahmi ke JAM-Intel Kejagung, Bahas Penguatan Program Jaga Desa

“Jadi, rapat paripurna yang kemarin karena tidak kuorum makanya kami keluar. Kan tidak bisa juga dimulai. Jadi, suruh belajar lagi lah,” tuturnya.

Bobby menjelaskan, ada beberapa hal yang harus dipenuhi sebelum rapat dimulai. Pertama harus ada eksekutif yang hadir atau ada Gubernur yang menandatangani.

“Kemudian, kalau dari sisi DPRD, jumlah anggota yang hadir harus dua per tiga dari seluruh anggota dewan. Jadi, masalah kuorum berkaitan langsung dengan internal DPRD Sumut secara mutlak,” ucapnya.

Dilanjutkannya, “saya rasa bukan arogan karena masalahnya ada pada kehadiran anggota DPRD bukan ketidakhadiran eksekutifnya,” ucap Bobby lagi.

Menurut Bobby, jika jumlah anggota DPRD sudah tidak kuorum, maka tidak ada yang bisa dilakukan pihak eksekutif di dalam rapat tersebut.

Baca juga:  Hari Terakhir Revalidasi Asesor UNESCO Terkesan Peninggalan Gunung Toba

“Kalau bahasa pasarannya begini, kan yang dipersoalkan kehadiran anggota dewannya, masa saya yang dibilang arogan. Kalau dari satu pihak belum hadir, kami mau ngapain di dalam situ?” ujarnya.

Menurutnya, peran dan tanggung jawab kepala daerah sangat penting. Khususnya terkait manajemen waktu mengurus segala kepentingan masyarakat.

“Toh kalau saya duduk di situ sampai tengah malam kalau nggak kuorum-kuorum ya nggak tanda tangan juga. Kecuali, berjalan dengan lancar, berjalan baik, berjalan sesuai tatibnya, tiba-tiba saya keluar, itu baru saya arogan. Itu menurut saya ya,” tuturnya.Red

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.