Disnaker Medan Targetkan 100 Tenaga Kerja Tersalur ke Jepang

oleh -116 Dilihat
banner 468x60
BAGIKAN

Mediasumutku.co.id | Medan Senin 13 Juli 2026 – Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Medan, Ramaddan, menargetkan sekitar 100 tenaga kerja tersalurkan ke Jepang selama 2026.

Lewat pembiayaan Bank BJB, Ramaddan optimistis jumlah tenaga kerja yang tersalurkan akan melebihi target yang telah ditetapkan Disnaker Kota Medan.

banner 336x280

“Untuk bulan ini saja ada sekitar 10 orang yang ada di daftar tunggu. Kalau kita hitung, bisa lebih dari 100 tenaga kerja yang akan disalurkan ke Jepang. Sekarang kita tinggal menunggu approve dari Bank BJB sebelum nanti dieksekusi,” ucap Ramaddan, Senin (13/7/2026).

Ramaddan menjelaskan, keterbatasan biaya kerap menjadi penghalang bagi pencari kerja untuk berangkat ke Jepang. Untuk itu, pihaknya mencari solusi dengan berkoordinasi dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan perbankan terkait pembiayaan.

Baca juga:  Gerindra Sumut Ajak Masyarakat Jadikan Hari Lahir Pancasila Momentum Perkuat Persatuan Bangsa

“Kebetulan program pembiayaan itu ada di Bank BJB, makanya kita memilih Bank BJB agar prosesnya lebih cepat. Saat ini masih menunggu approve, karena untuk Sumatera Utara (Sumut), khususnya Kota Medan, ini baru pertama kali. Kalau daerah lain sudah jalan,” jelasnya.

Untuk teknisnya, kata Ramaddan, nantinya pencari kerja akan mendapat pinjaman dari Bank BJB dengan LPK sebagai penjamin.

“Jadi tugas kita memfasilitasi ke LPK. Nanti pencari kerja dan LPK membuat perjanjian sebelum akhirnya mengajukan pinjaman ke Bank BJB. Teknis pembayarannya juga nanti dibahas dengan LPK. Namun, kita juga sudah mengingatkan agar bunga yang dikenakan tidak terlalu tinggi, minimal sama dengan bunga UMKM,” katanya.

Baca juga:  Perkuat Sinergi P4GN, Kepala BNNP Sumatera Utara Lakukan Audensi dan Koordinasi dengan Gubernur Sumatera Utara

Ramaddan menyadari sulitnya pencari kerja dari Kota Medan berangkat ke luar negeri karena keterbatasan biaya.

“Kami berharap program pembiayaan Bank BJB ini menjadi solusi atas persoalan selama ini. Ini lagi kita dorong agar prosesnya lebih cepat sehingga bisa langsung kita eksekusi,” ujarnya.

Disinggung apakah ada tujuan selain Jepang, Ramaddan mengaku penerimaan tenaga kerja asal Indonesia paling besar masih ke Jepang.

“Korea Selatan (Korsel) sebenarnya juga ada penerimaan dan upahnya lebih besar dari Jepang. Namun di Korsel sistem ketenagakerjaannya lebih rumit, sehingga kita fokuskan ke Jepang dulu. Pada prinsipnya, segala upaya akan kita lakukan untuk menekan angka pengangguran di Kota Medan,” pungkasnya. Red

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.