MBG dan KDMP Bukan untuk Korporasi Besar, tetapi Menghidupkan Ekonomi Lokal

oleh -136 Dilihat
banner 468x60
BAGIKAN

Mediasumutku.co.id  | Padangsidempun Sabtu 4 Juli 2026 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) harus dibaca sebagai agenda besar untuk memperkuat ekonomi rakyat.

Dua program ini tidak boleh bergeser menjadi ruang keuntungan baru bagi korporasi besar. MBG hadir untuk memperbaiki gizi masyarakat dan menekan stunting.

banner 336x280

Namun, di balik program makanan bergizi itu ada rantai ekonomi yang besar yaitu ada kebutuhan beras, telur, ayam, ikan, sayur, buah, bumbu, dapur, tenaga kerja, hingga distribusi.

Rantai ekonomi inilah yang harus diarahkan kepada pelaku lokal.

Petani, peternak, nelayan, UMKM, dan koperasi desa harus menjadi bagian utama dari pasokan MBG.

Baca juga:  Seluruh Pihak Siap Hadapi Revalidasi Geopark Kaldera Toba Oleh UNESCO

Jika beras dibeli dari petani setempat, telur dari peternak lokal, sayur dari kelompok tani, dan produk olahan dari UMKM desa, maka belanja negara benar-benar hidup di tengah masyarakat.

Hal yang sama berlaku bagi KDMP tidak boleh hanya menjadi tempat menjual barang dari produsen besar.  KDMP harus menjadi pusat ekonomi desa.

Koperasi perlu mengumpulkan hasil produksi warga, membantu pemasaran, membuka akses distribusi, dan memperkuat posisi tawar masyarakat lokal.

Korporasi besar boleh saja dilibatkan jika ada kebutuhan yang belum mampu dipenuhi pelaku lokal. Namun, perannya harus sebagai pendukung, bukan penguasa rantai pasok.

Baca juga:  Wakil Wali Kota Medan Zakkiyuddin Harahap Ajak Daerah Perkuat Sinergi Pembangunan Berkelanjutan Melalui Forum APEKSI

MBG dan KDMP tidak cukup hanya dinilai dari jumlah dapur yang beroperasi atau koperasi yang berdiri.

Ukuran keberhasilannya harus lebih jelas yakni berapa banyak petani yang terbantu, berapa banyak UMKM yang naik kelas, berapa banyak koperasi yang aktif, dan berapa besar uang program yang benar-benar berputar di desa.

Jika dua program ini dikelola dengan keberpihakan yang kuat, MBG dan KDMP dapat menjadi mesin pemerataan ekonomi.

Tetapi jika rantai pasoknya dikuasai pemain besar, desa hanya akan menjadi lokasi program, bukan pusat pertumbuhan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.