Mengejutkan! Nanik S Deyang Resmi Mengundurkan Diri dari Kepala Badan Gizi Nasional akibat Alasan Kesehata

oleh -10 Dilihat
banner 468x60
BAGIKAN

Mediasumutku.co.id  Jakarta,Rabu 22 Juli 2026  — Kabar mengejutkan datang dari lembaga pemerintah penanggung jawab program pemenuhan gizi nasional. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan pengunduran diri ini diambil lantaran kondisi kesehatan Nanik yang mengharuskan dirinya berfokus menjalani perawatan medis intensif terkait penyakit jantung.

Kabar pengunduran diri pejabat penting di lingkungan istana tersebut pertama kali terkuak ke publik melalui unggahan resmi Asisten Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, melalui akun media sosial pribadinya pada Rabu (22/7/2026).

banner 336x280

Dalam unggahannya, Dirgayuza mengonfirmasi bahwa Nanik telah berpamitan secara langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebelum meletakkan tongkat kepemimpinannya di BGN.

“Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” tulis Dirgayuza Setiawan.

Rekam Jejak Singkat: Sosok Vokalis yang Tak Bisa Diam Melihat Ketidakadilan

Pengunduran diri Nanik S. Deyang mengagetkan banyak pihak, mengingat sosoknya dikenal sangat berdedikasi dan memiliki kedekatan emosional serta sejarah perjuangan panjang bersama Presiden Prabowo Subianto.

Dirgayuza menceritakan awal mula perkenalannya dengan Nanik yang terbangun sejak menjelang Kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 silam. Dalam pandangannya, Nanik merupakan figur jurnalis senior dan aktivis yang memiliki jiwa kepedulian sosial sangat tinggi, tegas, dan tidak pernah tinggal diam jika menyaksikan ketidakadilan maupun kesulitan yang dialami rakyat kecil.

Baca juga:  Alexander Sinulingga dan Polemik Dunia Pendidikan Sumut, Dari Lapangan Merdeka hingga Lima Hari Sekolah

Karakter kuat dan ketegasan inilah yang kemudian menjadi alasan utama Presiden Prabowo mempercayayakan kepemimpinan Badan Gizi Nasional—sebuah lembaga krusial yang bertugas mengawal keberlangsungan program gizi dan pemenuhan nutrisi anak bangsa—di pundak Nanik S. Deyang.

Pembenahan Kilat BGN: 1,5 Bulan Membongkar Masalah dan Meletakkan Fondasi Kebijakan

Meskipun masa jabatannya terhitung singkat, kepemimpinan Nanik di BGN dinilai memberikan dampak sistemik yang luar biasa. Menurut catatan Dirgayuza, hanya dalam rentang waktu kurun satu setengah bulan memimpin, Nanik langsung bergerak cepat melancarkan aksi “bersih-bersih” dan reformasi internal.

Nanik dinilai berhasil mengidentifikasi berbagai sumbatan masalah tata kelola pangan, membongkar celah ketidakefisienan, serta meletakkan fondasi perbaikan baku mutu pangan yang sangat krusial bagi keberlanjutan BGN ke depan.

“Ketika dipercaya Presiden memimpin BGN, hanya dalam satu setengah bulan, ia membongkar masalah dan meletakkan fondasi perbaikan,” ungkap Dirgayuza mengapresiasi kinerja kilat Nanik.

Warisan Kepemimpinan: Evaluasi 28.000 SPPG dan Standarisasi Ketat Dapur Pangan

Salah satu terobosan paling monumental yang diwariskan Nanik S. Deyang selama menakhodai Badan Gizi Nasional adalah audit dan evaluasi berskala masif terhadap ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

Langkah berani ini diambil guna memastikan bahwa makanan yang didistribusikan kepada target penerima manfaat memenuhi kriteria higienitas, keamanan pangan, dan kandungan nutrisi yang ketat.

Di bawah arahannya, BGN berhasil melakukan pemetaan dan evaluasi komprehensif terhadap puluhan ribu dapur penyedia layanan gizi:

  • Evaluasi Masif: BGN mengevaluasi tak kurang dari 28.000 unit SPPG yang beroperasi di berbagai pelosok daerah.

  • Klasifikasi Mutu (Grade A, B, C): Sebanyak 3.000 dapur SPPG unggulan telah berhasil dirampungkan proses verifikasinya dan diberikan klasifikasi mutu resmi (kategori A, B, dan C) berdasarkan indikator kebersihan, kelengkapan fasilitas pemrosesan, dan standar keamanan pangan.

Baca juga:  Wamenag Buka MTQ ke-40 Sumut: Momentum Rajut Persatuan dan Syiar Al-Qur’an

Sistem pengelompokan (kategorisasi) ini menjadi warisan kebijakan penting (legacy) agar pemerintah memiliki acuan standar baku dalam menentukan unit dapur mana yang layak beroperasi, perlu dibina, atau harus dihentikan sementara demi keselamatan konsumen.

Menunggu Respons Resmi dan Penunjukan Pejabat Plt/Definitif

Pengunduran diri Nanik lantaran alasan medis ini menandai babak baru bagi keberlangsungan operasional Badan Gizi Nasional. Mengingat BGN memegang peranan vital dalam mengeksekusi program-program strategis nasional di bidang kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat, publik kini menanti langkah teknis dari Istana Kepresidenan terkait penunjukan Penjabat Sementara (Plt) maupun Kepala BGN definitif yang baru.

Hingga berita ini diturunkan, jajaran redaksi media masih berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada Nanik S. Deyang serta pihak Istana Negara mengenai detail proses penyerahan jabatan, agenda pengobatan yang akan dijalani, serta arah keberlanjutan kepemimpinan BGN ke depan. Namun, belum ada tanggapan atau pernyataan personal susulan dari Nanik terkait keputusan pengunduran dirinya tersebut.Red

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.