Pelatihan Konselor Adiksi Treatnet Volume A Ditutup, Kolaborasi 4 Lembaga Perkuat P4GN di Sumatera Utara

oleh -67 Dilihat
banner 468x60
BAGIKAN

Mediasumutku.co.id | Sabtu 15 Agustus 2026 — Ikatan Konselor Adiksi Indonesia (IKAI) Sumatera Utara bersama United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) Country Office Indonesia resmi menutup Pelatihan Konselor Adiksi Treatnet Volume A, Jumat (14/8/2026), di Aula FISIP Universitas Sumatera Utara (USU), Medan.

Pelatihan yang berlangsung selama lima hari, 10–14 Agustus 2026, tersebut digelar untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi konselor adiksi dalam memberikan layanan kepada masyarakat yang mengalami permasalahan penyalahgunaan zat.

banner 336x280

Kegiatan penutupan turut dihadiri Kepala BNN Provinsi Sumatera Utara Brigjen Pol Tatar Nugroho, S.I.K., S.H., M.M., perwakilan lembaga rehabilitasi, mitra Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Dekan FISIP USU, PERMEDSU, serta sejumlah relawan dan pegiat antinarkoba.

Treatnet Volume A memberikan penguatan kompetensi kepada peserta, antara lain dalam melakukan skrining, asesmen, serta menyusun rencana penanganan bagi individu yang mengalami permasalahan penyalahgunaan zat.

Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan dapat mendukung tersedianya layanan rehabilitasi yang profesional, terukur, berkelanjutan, dan berbasis bukti ilmiah.

Ketua IKAI Sumatera Utara, Eka Prahadian Abdurrahman, mengatakan peningkatan kompetensi konselor merupakan bagian penting dalam memperkuat kualitas layanan rehabilitasi bagi masyarakat.

Menurutnya, konselor harus memiliki kemampuan yang memadai agar dapat memberikan pendampingan sesuai kebutuhan klien serta mengacu pada pendekatan berbasis bukti ilmiah.

Sementara itu, Programme Officer Drug Dependence Treatment and Care UNODC Country Office Indonesia, Narendra Narotama, menyampaikan bahwa UNODC terus mendorong keterlibatan masyarakat dan organisasi profesi dalam penanganan permasalahan narkotika melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan.

Baca juga:  Percepat Pertumbuhan Investasi di Sumut, Gubernur Bobby Nasution Beri Insentif ke Pelaku Usaha

Kolaborasi antara UNODC, IKAI Sumut, BNNP Sumut, USU, lembaga rehabilitasi, serta berbagai elemen masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat pelaksanaan P4GN di Sumatera Utara.

Dalam sambutannya, Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Tatar Nugroho mengapresiasi pelaksanaan pelatihan yang digelar IKAI Sumut bersama UNODC.

Ia menilai peningkatan kapasitas konselor memiliki peran strategis dalam memastikan layanan rehabilitasi diberikan sesuai kebutuhan masing-masing klien.

“Setiap konselor diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih efektif, terukur, dan sesuai kebutuhan setiap klien. Lebih dari itu, kegiatan ini sesungguhnya bagian dari upaya besar kita dalam menyelamatkan generasi bangsa dari penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelatihan konselor bukan hanya menjadi investasi bagi peningkatan kualitas profesi, tetapi juga merupakan investasi bagi masa depan masyarakat dan generasi bangsa.

“Kegiatan seperti ini jangan berhenti sampai di sini. Pelatihan peningkatan maupun pengembangan kompetensi konselor harus terus mendapatkan dukungan dari pemerintah dan organisasi profesi,” katanya.

Kepala BNNP Sumut juga menyampaikan apresiasi kepada IKAI Sumut, UNODC, USU, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan pelatihan tersebut.

•Dorong Pelatihan Berkelanjutan

Panitia Pelatihan, Miftah Fariz Boli Malakalu, mengatakan kegiatan penutupan turut melibatkan sejumlah relawan antinarkoba, anggota IKAI, perwakilan BNNK Langkat, serta 17 lembaga yang bergerak dalam bidang rehabilitasi dan penanganan permasalahan narkotika di Sumatera Utara.

“Acara penutupan hari ini kami mengundang beberapa relawan antinarkoba, seluruh anggota IKAI, perwakilan BNNK Langkat, dan 17 lembaga di Sumatera Utara,” kata Miftah.

Baca juga:  PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

Ia mengatakan IKAI Sumut bersama mitra juga telah merencanakan kegiatan lanjutan untuk memperluas jumlah konselor yang mendapatkan pelatihan dan pengembangan kompetensi.

“Kita juga sudah merencanakan kegiatan lanjutan supaya di Sumatera Utara ini kita memiliki lebih banyak konselor yang sudah terlatih,” ujarnya.

Menurut Miftah, kegiatan tersebut mendapat dukungan dari berbagai unsur, mulai dari relawan, yayasan, lembaga rehabilitasi, BNNP Sumut, UNODC hingga pihak FISIP USU.

Ia berharap masyarakat turut mengambil bagian dalam mendukung program P4GN sesuai kapasitas dan peran masing-masing.

“Harapannya masyarakat bisa mendukung program P4GN dengan berbagai cara sesuai perannya masing-masing. IKAI, misalnya, berkontribusi melalui pelatihan dan peningkatan kompetensi para konselor sehingga dapat membantu menekan dampak penyalahgunaan narkotika di Sumatera Utara,” katanya.

Miftah menambahkan, keterlibatan masyarakat diperlukan karena persoalan narkotika tidak dapat ditangani hanya melalui pendekatan penindakan.

Upaya P4GN, menurutnya, perlu berjalan secara beriringan melalui pencegahan, edukasi, rehabilitasi, pemulihan, hingga reintegrasi sosial.

Melalui peningkatan kapasitas konselor dan penguatan kolaborasi lintas sektor, layanan rehabilitasi di Sumatera Utara diharapkan semakin profesional dan mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Penguatan sumber daya manusia di bidang rehabilitasi tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam membangun sistem penanganan penyalahgunaan narkotika yang lebih komprehensif dan berkelanjutan di Sumatera Utara. Red

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.