Sinergi UMKM dan Pariwisata Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan

oleh -39 Dilihat
banner 468x60
BAGIKAN

Mediasumutku.co.id | Medan Sabtu 14 Maret 2026 – Sinergitas antara sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan pariwisata dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Kolaborasi kedua sektor tersebut tidak hanya membuka peluang pasar bagi pelaku UMKM, tetapi juga dapat memperkuat daya tarik destinasi wisata melalui produk lokal, kuliner khas, kerajinan, jasa akomodasi hingga berbagai potensi budaya masyarakat.

banner 336x280

Hal itu disampaikan Rina Walmiaty Mardi, S.E., M.Si., Ak., CERA, Dosen Tetap Jurusan Akuntansi Program Studi Keuangan dan Perbankan Politeknik Negeri Medan sekaligus Pendamping UMKM Nasional Tersertifikasi.

Menurut Rina, sektor pariwisata dan UMKM merupakan dua pilar penting dalam struktur perekonomian, khususnya bagi negara berkembang seperti Indonesia. Pariwisata kini tidak lagi hanya dipandang sebagai sektor rekreasi, tetapi telah berkembang menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi yang mampu menggerakkan berbagai sektor lainnya.

Sementara itu, UMKM selama ini dikenal sebagai salah satu tulang punggung perekonomian nasional karena mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, menjaga ketahanan ekonomi masyarakat serta mendorong pemerataan pendapatan.

Namun, kedua sektor tersebut masih kerap berjalan sendiri-sendiri. Karena itu, diperlukan sinergi yang terintegrasi agar pertumbuhan pariwisata benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

“Sinergitas UMKM dan pariwisata bukan sekadar hubungan transaksional, melainkan hubungan simbiosis mutualisme. Ketika pariwisata tumbuh, permintaan terhadap produk dan jasa lokal meningkat. Sebaliknya, keunikan dan keotentikan produk UMKM akan memperkaya pengalaman wisatawan sekaligus memperkuat daya tarik destinasi,” demikian substansi kajian tersebut.

Pariwisata Ciptakan Efek Pengganda bagi UMKM

Pertumbuhan sektor pariwisata memiliki efek pengganda atau multiplier effect yang luas. Pengeluaran wisatawan tidak hanya berhenti di objek wisata maupun hotel, tetapi mengalir ke berbagai rantai pasok ekonomi yang sebagian besar melibatkan pelaku UMKM.

Dampak tersebut antara lain berupa dampak langsung melalui belanja wisatawan kepada pemandu wisata lokal, penyewaan kendaraan, warung makan dan pengrajin suvenir.

Kemudian terdapat dampak tidak langsung, misalnya ketika hotel dan restoran membeli bahan pangan dari petani atau nelayan lokal. Selanjutnya, peningkatan pendapatan masyarakat akan kembali dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sehingga menciptakan dampak lanjutan bagi perekonomian daerah.

Di sisi lain, UMKM juga memiliki peran penting dalam menghadirkan pengalaman wisata yang autentik. Wisatawan saat ini tidak hanya mencari keindahan alam, tetapi juga pengalaman budaya, kuliner tradisional, kerajinan lokal dan interaksi dengan masyarakat setempat.

Baca juga:  70 Persen Bunda Yin Menang Mutlak, Terpilih Pimpin WALUBI Sumut Periode 2026–2031

Kehadiran UMKM kuliner, pengrajin kain tradisional, produk herbal, seni pertunjukan dan berbagai produk ekonomi kreatif membuat sebuah destinasi memiliki identitas yang lebih kuat.

Kuliner, Kriya hingga Homestay Jadi Sektor Strategis

Sinergi UMKM dan pariwisata dapat dikembangkan melalui sejumlah subsektor, mulai dari industri kuliner, kerajinan dan suvenir, hingga jasa akomodasi serta transportasi lokal.

Kuliner menjadi salah satu sektor yang paling cepat merasakan dampak kunjungan wisatawan. Makanan tradisional, kopi lokal, pusat oleh-oleh dan berbagai produk pangan dapat dikembangkan menjadi daya tarik tersendiri.

Sementara sektor kriya dapat menghadirkan produk berbahan baku lokal seperti kayu, bambu, rotan, kerang, batik, tenun maupun songket sebagai suvenir bagi wisatawan.

Di sektor jasa, masyarakat dapat mengembangkan homestay, jasa pemandu wisata hingga penyewaan kendaraan. Model ini dinilai mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat di sekitar destinasi.

Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

Sinergitas UMKM dan pariwisata juga berpotensi menciptakan lapangan kerja sekaligus mengurangi pengangguran, terutama di wilayah pedesaan.

Pengembangan desa wisata berbasis masyarakat dapat membuka ruang bagi berbagai kelompok masyarakat untuk terlibat. Pemuda dapat berperan dalam pengelolaan digital, ibu rumah tangga mengembangkan usaha kuliner maupun homestay, sementara tokoh masyarakat dapat menjadi pemandu budaya.

Perputaran transaksi di objek wisata, pasar tradisional, pusat kerajinan dan usaha masyarakat juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Lebih jauh, sinergi kedua sektor tersebut dapat menjadi instrumen diversifikasi ekonomi sehingga daerah tidak hanya bergantung pada satu sektor usaha.

Masih Ada Sejumlah Tantangan

Meski memiliki potensi besar, penguatan hubungan UMKM dan pariwisata masih menghadapi berbagai kendala.

Di antaranya kualitas dan konsistensi produk yang belum seragam, keterbatasan akses permodalan, rendahnya literasi keuangan, kesenjangan digitalisasi serta persoalan keberlanjutan lingkungan.

Sebagian UMKM juga masih menghadapi kendala dalam memenuhi sertifikasi, legalitas usaha, standar higienitas, pemasaran digital, penggunaan Online Travel Agent (OTA) maupun pembayaran digital seperti QRIS.

Karena itu, diperlukan strategi yang melibatkan berbagai pihak melalui pendekatan Pentahelix, yakni pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku bisnis dan media.

Salah satu strategi yang dapat dikembangkan adalah desa wisata berbasis komunitas atau Community-Based Tourism. Melalui konsep tersebut, masyarakat lokal tidak hanya menjadi objek, tetapi menjadi subjek sekaligus penerima manfaat utama dari kegiatan pariwisata.

Baca juga:  BNNP Sumut Ungkap Dua Kasus Narkotika, Amankan 714 Gram Sabu dan Selamatkan 5.507 Anak Bangsa

Selain itu, diperlukan pendampingan berkelanjutan bagi UMKM dalam hal peningkatan kualitas produk, kemasan, legalitas dan sertifikasi. Transformasi digital juga harus dipercepat agar UMKM mampu masuk ke dalam ekosistem pariwisata modern.

Industri Pariwisata Perlu Libatkan UMKM Lokal

Integrasi rantai pasok antara industri pariwisata berskala besar dengan UMKM lokal juga dinilai penting.

Hotel, restoran, pengelola destinasi dan pelaku industri pariwisata lainnya dapat meningkatkan penggunaan produk lokal, mulai dari kopi, bahan pangan, kuliner tradisional, kain, kerajinan hingga jasa pemandu wisata.

Dengan demikian, uang yang berputar dari aktivitas pariwisata tidak hanya dinikmati oleh pelaku usaha besar, tetapi juga mengalir kepada masyarakat dan UMKM di daerah.

Pemerintah juga memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem yang mendukung. Kemudahan akses pembiayaan, pembangunan infrastruktur jalan dan transportasi, penguatan jaringan internet serta perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) menjadi sejumlah kebutuhan yang harus diperhatikan.

Konektivitas digital juga menjadi bagian penting karena wisatawan kini semakin bergantung pada teknologi untuk mencari informasi, melakukan pemesanan dan bertransaksi selama perjalanan.

Pariwisata Berkelanjutan Harus Jadi Orientasi

Ke depan, pertumbuhan pariwisata dan UMKM juga harus memperhatikan aspek lingkungan. Konsep green economy dan green tourism perlu menjadi bagian dari pengembangan destinasi.

Pengurangan plastik sekali pakai, pengelolaan limbah, penggunaan bahan baku yang ramah lingkungan serta penerapan praktik usaha berkelanjutan menjadi langkah penting untuk menjaga daya tarik destinasi dalam jangka panjang.

Selain itu, UMKM di kawasan wisata juga perlu memiliki kemampuan beradaptasi terhadap berbagai krisis. Ketika kunjungan wisatawan menurun akibat pandemi, bencana atau tekanan ekonomi, produk UMKM harus tetap dapat dipasarkan melalui kanal digital kepada konsumen di luar kawasan wisata.

Pada akhirnya, sinergitas UMKM dan pariwisata bukan hanya tentang meningkatkan jumlah wisatawan maupun transaksi ekonomi. Lebih dari itu, kolaborasi tersebut harus mampu menciptakan kesejahteraan masyarakat, membuka lapangan kerja, mengurangi kesenjangan dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku UMKM, industri pariwisata, akademisi, komunitas dan media, sektor UMKM dan pariwisata dapat menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional yang lebih merata serta berkelanjutan.Red

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.