Sugiat Santoso Ajak Petani Tingkatkan Kapasitas dan Daya Saing pada Diklat Tani Merdeka Indonesia Angkatan IV Sumut–Aceh

oleh -7 Dilihat
banner 468x60
BAGIKAN

Mediasumutku.co.id| Medan Senin 27 Juli 2027 – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Dr. H. Sugiat Santoso, S.E., M.SP, mengajak para petani untuk terus meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan daya saing sebagai langkah strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Ajakan tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Tani Merdeka Indonesia Angkatan IV untuk wilayah Sumatera Utara dan Aceh, yang digelar di BPSDM Medan.

Kegiatan yang diselenggarakan Dewan Pengurus Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia (TMI) ini diikuti oleh para petani, penyuluh pertanian, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor pertanian. Diklat tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia pertanian guna mendukung program swasembada pangan nasional sesuai dengan program Astacita bapak presiden kita prabowo Subianto tentang pertanian

banner 336x280

Dalam pemaparannya yang mengusung tema “Peningkatan Kapasitas, Kemandirian, serta Daya Saing Para Petani Demi Terwujudnya Ketahanan Pangan yang Kuat”, Sugiat Santoso menegaskan bahwa petani merupakan pilar utama dalam menjaga ketersediaan pangan bangsa.

Baca juga:  Bobby Nasution Imbau Kepala Daerah Edukasi Warga Agar Tidak Panic Buying BBM

“Ketahanan pangan tidak akan tercapai tanpa petani yang kuat. Karena itu, peningkatan kapasitas, kemandirian, dan daya saing petani harus menjadi perhatian bersama agar kesejahteraan petani ikut meningkat,” ujar Sugiat.

Ia menjelaskan, sektor pertanian saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, perkembangan teknologi, hingga dinamika pasar global. Oleh sebab itu, petani dituntut memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengelola usaha tani, memanfaatkan inovasi teknologi, serta meningkatkan produktivitas dan nilai tambah hasil pertanian.

Menurut Sugiat Santoso, keberhasilan mewujudkan ketahanan pangan nasional juga membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi petani, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diyakini mampu mempercepat lahirnya sektor pertanian yang modern, produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Dalam materi yang dipaparkannya, terdapat lima pilar utama yang menjadi fokus penguatan sektor pertanian, yakni kapasitas petani unggul, kemandirian petani berdaya, peningkatan daya saing petani, ketahanan pangan yang kuat, serta kolaborasi untuk kemajuan.

Baca juga:  Menko Polkam Sampaikan Pesan Presiden Prabowo: Perang Melawan Narkoba Harus Jadi Gerakan Bersama Demi Indonesia Emas 2045

Sugiat berharap melalui Diklat Tani Merdeka Indonesia Angkatan IV ini, para petani tidak hanya mampu meningkatkan hasil produksi, tetapi juga mampu mengembangkan inovasi, memanfaatkan teknologi pertanian, memperkuat kelembagaan petani, serta menciptakan produk yang memiliki daya saing tinggi di pasar nasional maupun internasional.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Para peserta aktif berdiskusi dan bertukar pengalaman mengenai berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan. Diklat ini diharapkan menjadi wadah peningkatan pengetahuan, motivasi, serta strategi bagi petani dalam memperkuat sektor pertanian demi mewujudkan ketahanan pangan Indonesia yang tangguh.

Penyelenggaraan Diklat Tani Merdeka Indonesia Angkatan IV sekaligus menjadi bukti komitmen Tani Merdeka Indonesia bersama berbagai pemangku kepentingan dalam membangun pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern, sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional.Red

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.