‘Surga Tersembunyi’ di SDH Tapsel Berpotensi Jadi Destinasi Baru Wisata

oleh -7 Dilihat
banner 468x60
BAGIKAN

Mediasumutku.co.id | Tapanuliselatan Senin 10 Agustus 2026 –  Sampuran (air terjun) yang berada di Desa Damparan Haunatas, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH), Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), memiliki potensi untuk menjadi destinasi baru wisata di wilayah tersebut.

Mendapat informasi dari masyarakat perihal adanya sampuran yang bisa jadi destinasi baru, Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, usai Panen Raya Jagung di Desa Damparan Haunatas, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH), langsung mendatangi lokasi sampuran bersama sejumlah warga

banner 336x280

Untuk menuju sampuran ini, hanya berjarak sekitar 200 ke 300 meter dari jalan lintas. Namun karena belum terjamah, dibutuhkan kondisi yang fit agar bisa menuruni jalan terjal setapak yang beralaskan tanah demi bisa sampai ke aliran air sampuran tersebut.

Baca juga:  BP Kaldera Toba Lakukan Pra Revalidasi Geopark Kaldera, Minimalisir Potensi Permasalahan Jelang Revalidasi

Yang membuat sampuran ini kian menarik, di sekitarnya terdapat pepohonan hijau karena dekat kawasan hutan, perkebunan hingga hamparan sawah milik warga.

Setelah melalui perjalan yang cukup menguras tenaga, Bupati Gus Irawan bersama sejumlah warganya, akhirnya tiba di air terjun tersebut. Berdiri di atas batu besar yang ada di aliran air sampuran, Gus Irawan pun menikmati dingin dan jernihnya air.

Menurut Bupati Gus Irawan, sampuran tersebut memiliki potensi untuk menjadi destinasi baru wisata di Tapanuli Selatan. Namun untuk membenahi akses jalan ke lokasi, Gus Irawan menyebut masih akan melihat peluangnya untuk mengkoneksikan jalan usaha tani ke sampuran.

Sebetulnya kan kunjungan kita ini panen jagung, dan memang masih akan ada perluasan yang ke depannya akan butuh jalan pertanian atau jalan usahatania tani. Nah nanti kita lihat peluangnya menyambungkan untuk sampai ke Sampuran Damparan Haunatas,” kata Gus Irawan.

Baca juga:  Gubernur Bobby Nasution Undang Siswa Juara Olimpiade Matematika, Beri Beasiswa hingga Tablet Belajar

Gus Irawan menambahkan, kawasan tersebut bukan merupakan kawasan hutan sehingga masih bisa ‘dijamah’ untuk pengembangan jagung.

“Tadi kami sudah pastikan bahwa itu bukan kawasan hutan. Masih ada hampir satu kilometer lagi ke kawasan hutan, jadi masih bisa untuk kita ‘jamah’. Nanti kami juga masih akan lihat lagi pengembangan jagung itu, kalau sudah lebih mendekat ke arah sampuran, tinggal menyambungkan jalan usaha tani ke sampuran sehingga akses ke sampuran bisa lebih mudah dijangkau dibandingkan yang tadi sudah kita lewati,” tutur Gus Irawan. Red

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.