Tinjau Dampak Banjir dan Longsor di Sibongbong, Bupati Gus Irawan Pastikan Perbaikan Irigasi dan Normalisasi Sungai Segera Dilaksanakan

oleh -14 Dilihat
banner 468x60
BAGIKAN

Mediasumutku.co.id | Sibongbong, Sabtu 20 Juni 2026 – Angkola Selatan – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu melakukan kunjungan kerja ke Desa Sibongbong, Kecamatan Angkola Selatan, untuk meninjau langsung perbaikan dampak bencana banjir dan longsor yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.

Bencana yang melanda 14 dari 15 kecamatan di Kabupaten Tapanuli Selatan tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur di berbagai Daerah di Tapsel, tidak terkecuali di Desa Sibongbong Kecamatan Angkola Selatan, dampak dari bencana tersebut telah mengubah morfologi Sungai Aek Batak Kola di Desa Sibongbong. Perubahan alur sungai mengakibatkan Bendung Daerah Irigasi (D.I) Sibongbong-Napa tidak lagi berfungsi karena aliran sungai beralih dari jalur semula.

banner 336x280

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Camat Angkola Selatan, Kepala Desa Sibongbong, Kabid Pengairan, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Tapsel, serta tokoh masyarakat dan warga setempat.

Pada kesempatan itu, Bupati Gus Irawan menegaskan bahwa kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan penanganan dampak bencana sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis guna memulihkan fungsi sungai dan jaringan irigasi yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Baca juga:  Gus Irawan Bahas Prabowonomics : Gerakan Ekonomi Kerakyatan dan Berdaulat

“Kita hadir di sini untuk melihat secara langsung kondisi yang terjadi pascabencana, memastikan kebutuhan masyarakat dapat segera ditangani, serta mengawal proses rekonstruksi dan normalisasi sungai agar fungsi irigasi kembali berjalan dan aktivitas pertanian masyarakat dapat pulih seperti sediakala,” ujar Bupati.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan pada tahun 2026 telah merencanakan rekonstruksi dan normalisasi Sungai Aek Batak Kola guna mengembalikan aliran sungai ke morfologi awalnya. Dengan demikian, bendung yang selama ini menjadi sumber pengairan lahan pertanian masyarakat dapat kembali berfungsi optimal.

Jaringan irigasi pada Bendung D.I Sibongbong-Napa diketahui mengairi sekitar 200 hektare areal persawahan yang tersebar di Desa Sibongbong, Desa Pintu Padang, dan Kelurahan Napa, Kecamatan Angkola Selatan.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan, sejumlah program penanganan telah disiapkan melalui APBD Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun Anggaran 2026, meliputi:

Pembangunan bronjong pengalih aliran Sungai Aek Batak Kola di Desa Sibongbong, Normalisasi Sungai Aek Batak Kola, dan Rehabilitasi jaringan irigasi dan rehabilitasi Bendung D.I Sibongbong-Napa.

Baca juga:  Nama Prabowo Disenggol, GERINDRA dan GEKIRA Sumut Klarifikasi Persoalan Chappel ke USU

Selain itu, melalui dukungan APBN Tahun Anggaran 2026 dalam Program Oplah berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025, akan dilaksanakan:

Rehabilitasi Jaringan Irigasi Sibongbong-Napa dengan anggaran sebesar Rp5,9 miliar, Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Aek Latong Siamporik dengan anggaran sebesar Rp2,8 miliar, Pembangunan jaringan irigasi air tanah berupa sumur bor irigasi di Desa Sibongbong, Desa Siamporik Lombang, dan Desa Siamporik Dolok dengan total anggaran sekitar Rp6 miliar.

Bupati berharap seluruh program yang telah direncanakan dapat berjalan tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat, khususnya para petani yang selama ini terdampak akibat terganggunya sistem pengairan pascabencana.

“Kita ingin memastikan sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Dengan perbaikan infrastruktur irigasi dan normalisasi sungai ini, diharapkan produktivitas pertanian meningkat dan kesejahteraan masyarakat semakin baik,” pungkas Gus Irawan. Red

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.