Bobby Nasution Tinjau Sempadan Sungai di Tapteng, Bronjong Dibangun Mulai Mei 2026

oleh -21 Dilihat
Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, meninjau kondisi sempadan sungai sekaligus menemui warga terdampak banjir bandang November 2025 di Kabupaten Tapanuli Tengah, Selasa (14/4/2026).
banner 468x60
BAGIKAN

TAPTENG — Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, meninjau kondisi sempadan sungai sekaligus menemui warga terdampak banjir bandang November 2025 di Kabupaten Tapanuli Tengah, Selasa (14/4/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan rekonstruksi tanggul serta rehabilitasi permukiman warga.

Dalam peninjauan tersebut, gubernur bersama rombongan melihat langsung rencana pembangunan bronjong menggunakan sistem sheet pile beton yang sebelumnya hancur tergerus banjir hingga menyebabkan longsor dan merusak permukiman warga. Proses rekonstruksi kali ini membutuhkan pemetaan lebih komprehensif, mengingat akses menuju lokasi melewati kawasan padat penduduk.

banner 336x280

Adapun titik yang dikunjungi meliputi kawasan Sungai Panjaitan serta Sungai Aek Sibuluan di Kecamatan Pandan. Kedua lokasi tersebut mengalami kerusakan bronjong pada jalur tikungan sungai yang rawan tergerus arus deras.

“Karena arus air deras menghantam bronjong dan membuat tanahnya ambles. Bahkan puluhan meter tanah kini berubah menjadi aliran air sungai,” ujar Bobby Nasution di sela peninjauan di tiga titik lokasi.

Selain pembangunan bronjong, Bobby Nasution juga menyiapkan solusi bagi warga yang kehilangan rumah dan lahan melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (R3P). Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan menangani sejumlah titik sesuai kewenangan daerah.

“Karena ini menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi, maka ini kita tanggung jawab. Kalau bisa ada tanah pengganti, kita bebaskan lahannya dan bangun rumahnya sampai selesai. Lahan yang lama, kami minta warga merelakannya untuk kita bangun sheet pile,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Sumut, Gibson Panjaitan, menyampaikan bahwa pembangunan bronjong akan menggunakan sistem pasak bumi (sheet pile beton) agar lebih kokoh dan tahan terhadap arus deras.

“Kendala selama ini adalah kondisi permukiman padat serta perlunya persetujuan warga terdampak agar pembangunan dapat berjalan. Tadi Pak Gubernur sudah langsung turun meminta dukungan masyarakat,” jelas Gibson.

Ia menambahkan, sebagian pekerjaan awal telah dilakukan, yakni pengerukan dasar sungai yang mengalami sedimentasi pascabanjir menggunakan alat berat. Pembangunan bronjong ditargetkan mulai pada Mei 2026 atau paling lambat Juni 2026.

“Dari instruksi Pak Gubernur, paling lama kita mulai itu Juni 2026. Kalau kendala di lapangan bisa teratasi, maka waktu pengerjaannya bisa lebih cepat. Yang penting dukungan masyarakat untuk memudahkan pengerjaannya,” kata Gibson.

Adapun panjang bronjong yang akan dibangun diperkirakan mencapai 400 hingga 600 meter di setiap titik, dengan penentuan berdasarkan skala prioritas wilayah yang berisiko tinggi terdampak banjir.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.