Bobby Nasution Kerahkan Satpol PP, TNI, Polri dan BNN Patroli Gabungan Cegah Narkoba di Asahan

oleh -70 Dilihat
Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Sumatera Utara, dan Satuan Polisi Pamong Praja kabupaten Asahan beserta TNI dan Polri melakukan razia gabungan di sejumlah tempat hiburan malam di kota kisaran, kabupaten Asahan, pada (6 Juni 2026) dini hari di kota kisaran kabupaten Asahan
banner 468x60
BAGIKAN

ASAHAN – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengerahkan personel gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, Polri, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk melakukan patroli di sejumlah wilayah yang dinilai rawan peredaran narkoba dan kenakalan remaja.

Patroli gabungan tersebut menyasar sejumlah daerah yang menjadi pintu masuk peredaran narkotika, termasuk Kabupaten Asahan yang selama ini dianggap memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi.

banner 336x280

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumatera Utara, Moettaqien Hasrimi, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sumut dalam memperkuat pencegahan dan pemberantasan narkoba sekaligus melindungi generasi muda dari berbagai bentuk penyimpangan sosial.

Menurutnya, berdasarkan data yang dihimpun sepanjang Januari hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 150 kasus narkoba terjadi di Kabupaten Asahan.

“Data di lapangan menunjukkan urgensi yang tidak bisa kita tunda. Karena itu diperlukan langkah nyata dan kolaboratif untuk mencegah peredaran narkoba semakin meluas,” ujar Moettaqien saat memimpin Apel Patroli Gabungan di Lapangan Apel Kantor Bupati Asahan, Sabtu (6/6/2026) malam.

Moettaqien menjelaskan, posisi geografis Sumatera Utara yang memiliki garis pantai panjang dan berbatasan langsung dengan jalur pelayaran internasional menjadi salah satu faktor yang membuat wilayah ini rentan dimanfaatkan sindikat narkoba sebagai jalur penyelundupan.

“Kondisi geografis yang strategis memang memberikan banyak keuntungan bagi daerah. Namun di sisi lain, hal itu juga menjadi tantangan karena kerap dimanfaatkan jaringan narkotika untuk memasukkan barang haram ke wilayah Sumatera Utara,” katanya.

Dalam patroli tersebut, tim gabungan melakukan pemeriksaan di sejumlah titik, termasuk tempat hiburan malam yang dinilai berpotensi menjadi lokasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Petugas tidak hanya melakukan pendataan, tetapi juga melaksanakan tes urine terhadap sejumlah pengunjung. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel yang diuji negatif narkoba.

“Dari hasil tes urine yang dilakukan, seluruhnya menunjukkan hasil negatif dan tidak ditemukan pengunjung yang positif menggunakan narkoba,” ungkap Moettaqien.

Selain persoalan narkoba, ia juga menyoroti maraknya praktik judi online yang dinilai menjadi ancaman serius bagi generasi muda. Menurutnya, kecanduan judi online dapat menjadi pintu masuk bagi berbagai bentuk penyimpangan sosial lainnya, termasuk penyalahgunaan narkoba dan tindak kriminal.

“Remaja yang terjebak judi online berpotensi melakukan berbagai cara untuk mendapatkan uang, termasuk terlibat dalam penyalahgunaan narkoba maupun tindakan kriminal lainnya. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Karena itu, Moettaqien mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sosial dan memperkuat pengawasan terhadap anak-anak serta remaja.

“Keamanan dan keselamatan generasi muda kita sedang dipertaruhkan. Kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan pengawasan terhadap anak-anak merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Patroli gabungan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba, sekaligus memperkuat perlindungan terhadap generasi muda sebagai aset masa depan daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumut Mulyono beserta unsur Forkopimda dan instansi terkait.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.