DPR RI Tinjau Inflasi Sumut, Bobby Paparkan Stok Pangan Surplus dan 11 Aksi Cepat

oleh -178 Dilihat
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan stok pangan strategis di Sumatera Utara berada dalam kondisi surplus menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
banner 468x60
BAGIKAN

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan stok pangan strategis di Sumatera Utara berada dalam kondisi surplus menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Kepastian ini menjadi sinyal kuat kesiapan daerah dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi nasional.

Hal tersebut disampaikan Bobby saat kunjungan kerja spesifik Komisi XI DPR RI di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sumut, Medan, Jumat (30/1/2026).

banner 336x280

Sejumlah komoditas utama seperti beras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, daging ayam, telur ayam, hingga minyak goreng dilaporkan berada dalam kondisi surplus, baik dari sisi produksi maupun ketersediaan dibanding kebutuhan masyarakat.

“Kalau dilihat dari data kebutuhan dan produksi, semuanya surplus,” tegas Bobby.

Ia mengakui, pada Oktober 2025 lalu cabai merah sempat menjadi pemicu inflasi di Sumut. Namun, Pemprov Sumut segera melakukan intervensi dengan mendatangkan pasokan dari Jawa Timur. Seiring masuknya masa panen, cabai merah kini tidak lagi menjadi penyumbang inflasi.

Untuk menjaga stabilitas harga, Bobby memaparkan 11 aksi cepat pengendalian inflasi yang dijalankan Pemprov Sumut, antara lain pembagian gratis komoditas penyumbang inflasi, bundling beras SPHP murah dengan cabai merah, percepatan bantuan pangan, pasar murah, intervensi tata niaga, inspeksi mendadak pasar, monitoring distribusi, penguatan kerja sama antardaerah, penugasan BUMD mengelola cabai dan bawang merah, antisipasi pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga penetapan toko pantau inflasi.

Tak hanya itu, Bobby juga mengungkapkan langkah strategis jangka menengah dengan rencana pembangunan tiga cold storage di daerah produsen dan daerah konsumsi pada 2026. Selain itu, Pemprov Sumut akan membangun solar dryer dome di sejumlah wilayah untuk menjaga kualitas dan daya simpan komoditas pangan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Hanif Dhakiri mengakui tingkat inflasi di Sumut tergolong cukup tinggi. Namun ia menegaskan, kondisi tersebut bukan disebabkan kebijakan yang keliru atau kelangkaan struktural, melainkan faktor bencana alam dan cuaca ekstrem.

Dari hasil kunjungan tersebut, Hanif menilai Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut telah bekerja secara efektif. Sinergi antara Pemprov Sumut dan Bank Indonesia dinilai berjalan solid dan berdampak nyata.

“TPID Sumut kinerjanya cukup baik. Sinergi Bank Indonesia dengan Pemprov berjalan, operasi pasar berjalan, monitoring harga juga berjalan dengan baik. Ke depan, hal-hal positif ini harus terus dipertahankan,” ujar Hanif.

Dengan kondisi stok pangan yang aman dan langkah pengendalian yang sistematis, Pemprov Sumut optimistis stabilitas harga pangan dapat dijaga sehingga masyarakat dapat menyambut Ramadan dan Idulfitri 2026 dengan lebih tenang.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.