Kesbangpol Sumut Gelar Dialog Kebangsaan Perkuat Harmonisasi SARA di Tengah Keberagaman

oleh -308 Dilihat
Dialog Kebangsaan
Gubernur Sumatera Utara melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sumatera Utara (Kesbangpol Provsu) menggelar Dialog Kebangsaan dalam Memperkuat Harmonisasi Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA)
banner 468x60
BAGIKAN

MEDAN — Gubernur Sumatera Utara melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sumatera Utara (Kesbangpol Provsu) menggelar Dialog Kebangsaan dalam Memperkuat Harmonisasi Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) sebagai upaya memperkuat persatuan nasional di tengah keberagaman masyarakat.

Kegiatan dialog tersebut berlangsung di Auditorium Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Kampus III, Jumat (19/12/2025).

banner 336x280

Dialog kebangsaan ini bertolak dari kesadaran bahwa keberagaman SARA merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang tercermin dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Melalui toleransi, saling menghormati, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, keberagaman diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membangun identitas nasional yang harmonis.

Kegiatan dialog dibuka oleh Kesbangpol Provsu yang diwakili Rektor I UMSU, Prof. Dr. Muhammad Arifin, SH., M.Hum. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa dialog kebangsaan merupakan instrumen penting dalam mengelola keberagaman secara konstruktif.

“Perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan adalah keniscayaan sekaligus anugerah. Perbedaan itu akan menjadi kekuatan apabila dikelola dengan bijak, penuh kebijaksanaan, dan kasih sayang,” ujar Prof. Muhammad Arifin.

Ia menambahkan bahwa Indonesia merupakan mozaik kebangsaan yang disatukan oleh nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta semangat kebangsaan. Di tengah dinamika demokrasi dan pembangunan, dialog dinilai efektif untuk meredam potensi konflik sosial akibat prasangka maupun provokasi berbasis identitas.

“Dialog kebangsaan adalah ruang untuk saling mendengar dan memahami, sekaligus membangun jembatan kebersamaan, bukan sekat pemisah,” katanya.

Dialog kebangsaan ini diikuti sekitar 400 peserta yang terdiri dari mahasiswa, organisasi keagamaan, serta organisasi kemasyarakatan. Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk mempertemukan berbagai elemen bangsa dalam membangun pemahaman, empati, dan komitmen bersama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sejumlah narasumber turut hadir, di antaranya perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara, H. Ibnu Mufid, S.Ag., MM, Prof. Dr. H. Arifinsyah, M.Ag, serta Dr. Bakhrul Khair Amal, SE., M.S. Para narasumber membahas penguatan toleransi, moderasi beragama, serta peran strategis masyarakat dalam menjaga harmonisasi SARA.

Salah satu narasumber menekankan bahwa menghargai perbedaan harus dilakukan sesuai norma dan hukum yang berlaku. Jika terjadi perbedaan pandangan, musyawarah untuk mencapai mufakat merupakan jalan terbaik. Sikap saling menghormati juga perlu ditanamkan sejak dini tanpa memandang usia, agama, ras, maupun budaya.

Kesbangpol Provsu berharap dialog kebangsaan ini dapat menghasilkan berbagai masukan dan langkah konkret yang dapat diterapkan mulai dari lingkungan keluarga, dunia pendidikan, komunitas sosial, hingga ruang digital, guna memperkuat persatuan dan menjaga stabilitas sosial di Sumatera Utara serta Indonesia secara umum.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.