Kisah Perjalanan Hidup Zakiyuddin Harahap: Dari Pesantren hingga Kursi Wakil Wali Kota Medan

oleh -19 Dilihat
Kisah perjalanan hidup Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap menjadi inspirasi tersendiri bagi masyarakat. Melalui Podcast Media Indonesia Raya, Zakiyuddin membagikan cerita tentang latar belakang kehidupannya, nilai-nilai yang membentuk karakter kepemimpinannya
banner 468x60
BAGIKAN

MEDAN — Kisah perjalanan hidup Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap menjadi inspirasi tersendiri bagi masyarakat. Melalui Podcast Media Indonesia Raya, Zakiyuddin membagikan cerita tentang latar belakang kehidupannya, nilai-nilai yang membentuk karakter kepemimpinannya, hingga visi dan program prioritas untuk pembangunan Kota Medan.

Podcast tersebut dipandu oleh host sekaligus Ketua Media Indonesia Raya, Muhri Fauzi Hafiz, yang mengajak Zakiyuddin mengulas perjalanan hidupnya sejak masa kecil hingga dipercaya menduduki jabatan sebagai Wakil Wali Kota Medan.

banner 336x280

Dalam perbincangan tersebut, Zakiyuddin menceritakan latar belakang kehidupannya sebagai putra asli Kota Medan. Ia lahir dan besar di kota ini, tepatnya berasal dari kawasan Gurilla.

“Saya ini asli anak Medan, tumbuh dan besar di kota ini,” ungkapnya.

Ia menuturkan bahwa sosok orang tua, khususnya sang ayah yang merupakan seorang ulama, dosen di IAIN, sekaligus pernah menjabat sebagai kepala daerah, menjadi panutan utama dalam hidupnya. Dari sang ayah, ia banyak belajar tentang nilai kehidupan, kepemimpinan, serta pentingnya pengabdian kepada masyarakat.

Zakiyuddin juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengenyam pendidikan di pesantren. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam membentuk kedisiplinan, nilai spiritual, serta karakter kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, ia juga sempat terlibat dalam aktivitas kampanye saat orang tuanya menjabat sebagai bupati, yang secara tidak langsung memperkenalkannya pada dunia sosial dan pemerintahan sejak usia muda.

Perjalanan hidupnya pun terbilang beragam. Ia tidak hanya menempuh pendidikan formal, tetapi juga memiliki pengalaman bekerja di sektor perbankan. Berbagai pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam membentuk pola pikir dan kemampuan manajerial yang kini diterapkannya dalam menjalankan tugas sebagai Wakil Wali Kota Medan.

Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Wali Kota, Zakiyuddin mengungkapkan bahwa tantangan terberat dalam menjalankan tugas adalah ketika harus berhadapan langsung dengan masyarakat yang membutuhkan bantuan.

“Yang paling berat itu ketika ada masyarakat yang datang meminta tolong. Kita ingin membantu semaksimal mungkin, itu yang paling menyentuh hati,” ujarnya.

Terkait kondisi Kota Medan saat ini, ia menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan berbagai pembenahan, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan. Salah satu program prioritas yang tengah dijalankan adalah Universal Health Coverage (UHC), yang bertujuan memberikan kemudahan akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.

Selain itu, ia juga menyoroti berbagai persoalan sosial yang masih menjadi tantangan di Kota Medan, seperti maraknya tindak kriminal, aksi begal, penyalahgunaan narkoba, hingga praktik judi online. Pemerintah Kota Medan, kata Zakiyuddin, terus berkoordinasi secara intensif dengan aparat penegak hukum untuk menekan angka kejahatan tersebut.

Ia menegaskan bahwa para pecandu narkoba harus dipandang sebagai korban yang membutuhkan penanganan rehabilitasi, bukan semata-mata hukuman.

“Mereka adalah orang sakit yang harus dipulihkan agar bisa kembali berfungsi secara sosial dan menjadi produktif,” jelasnya.

Di akhir perbincangan, Zakiyuddin juga menyampaikan harapannya terhadap kepemimpinan nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto. Sebagai kader Partai Gerindra, ia mendoakan agar kepemimpinan nasional dapat terus membawa Indonesia menuju negara maju melalui berbagai program strategis, seperti pembangunan sekolah rakyat, pembangunan rumah sakit, serta program makan bergizi gratis.

Podcast tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus inspirasi yang memperlihatkan sisi humanis seorang pemimpin daerah, serta komitmennya dalam membangun Kota Medan menjadi kota yang inklusif, aman, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. Red

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.