Momentum HUT ke-78 Sumut Jadi Ajang Refleksi dan Penguatan Kolaborasi Penanganan Narkoba

oleh -25 Dilihat
Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Provinsi Sumatera Utara dimanfaatkan sebagai ajang refleksi sekaligus penguatan kolaborasi dalam upaya penanganan permasalahan narkoba yang hingga kini masih menjadi ancaman serius di tengah masyarakat, khususnya di Sumatera Utara.
banner 468x60
BAGIKAN

MEDAN — Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Provinsi Sumatera Utara dimanfaatkan sebagai ajang refleksi sekaligus penguatan kolaborasi dalam upaya penanganan permasalahan narkoba yang hingga kini masih menjadi ancaman serius di tengah masyarakat, khususnya di Sumatera Utara.

Sekretaris Umum LRPPN Bhayangkara Indonesia, Taufik, yang juga praktisi hypnotherapy di Medan, menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya memperkuat sinergi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dalam memberikan layanan rehabilitasi narkoba sebagai bentuk komitmen nyata mendukung program nasional.

banner 336x280

Menurut Taufik, langkah kolaboratif tersebut sejalan dengan visi dan misi nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya pemberantasan dan penanganan penyalahgunaan narkotika yang menjadi salah satu prioritas pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

“Kami sebagai penyelenggara layanan rehabilitasi narkoba dan gangguan mental terus berkolaborasi dengan pemerintah dalam memberikan layanan rehabilitasi. Ini merupakan bentuk komitmen nyata kami dalam mendukung program nasional pemberantasan narkoba,” ujar Taufik.

Ia menjelaskan, layanan rehabilitasi yang dijalankan LRPPN Bhayangkara Indonesia tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik semata, tetapi juga menyentuh aspek mental, sosial, dan spiritual para klien. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk memastikan para penyintas penyalahgunaan narkoba mampu kembali ke masyarakat dengan kondisi yang lebih baik dan produktif.

Menurutnya, momentum HUT ke-78 Sumatera Utara menjadi saat yang tepat untuk melakukan refleksi bersama terhadap kondisi penanganan narkoba yang masih memerlukan perhatian serius dan berkelanjutan. Ia menilai, tantangan penyalahgunaan narkoba saat ini semakin kompleks, seiring dengan dinamika sosial yang terus berkembang di masyarakat.

“HUT Sumatera Utara ini seharusnya menjadi momentum refleksi bersama bagi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah, bahwa persoalan narkoba bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi nyata dan berkelanjutan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Taufik juga menyampaikan harapan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, khususnya kepada Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, agar memberikan perhatian lebih terhadap keberadaan serta pengembangan fasilitas rehabilitasi narkoba di wilayah Sumatera Utara.

Menurutnya, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan untuk memperkuat sistem rehabilitasi yang terintegrasi, mulai dari fasilitas, regulasi, hingga pembinaan sumber daya manusia yang menangani klien rehabilitasi.

“Perlu adanya dukungan yang lebih konkret, baik dari segi fasilitas, regulasi, maupun pembinaan. Sumatera Utara membutuhkan sistem rehabilitasi yang kuat dan terintegrasi agar penanganan narkoba bisa berjalan maksimal,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa tantangan penyalahgunaan narkoba semakin meluas dan beragam. Selain itu, muncul pula berbagai fenomena sosial yang berkaitan dengan penyalahgunaan zat adiktif dan gangguan perilaku, yang memerlukan pendekatan penanganan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Taufik menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga rehabilitasi, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, serta masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan angka penyalahgunaan narkoba. Tanpa adanya sinergi yang kuat, upaya rehabilitasi dan pencegahan dikhawatirkan tidak akan berjalan secara optimal.

“Kolaborasi adalah kunci. Pemerintah, lembaga rehabilitasi, tenaga kesehatan, hingga masyarakat harus berjalan bersama. Dengan kerja sama yang kuat, kita dapat memperkuat upaya pencegahan sekaligus memberikan harapan baru bagi para penyintas narkoba untuk kembali menjalani kehidupan yang lebih baik,” tambahnya.

Dengan semangat HUT ke-78 Sumatera Utara, LRPPN Bhayangkara Indonesia berharap seluruh elemen pemerintah dan masyarakat dapat terus bersinergi dalam memperkuat upaya rehabilitasi dan pencegahan narkoba. Harapan tersebut sejalan dengan cita-cita mewujudkan Sumatera Utara yang lebih sehat, aman, produktif, serta bebas dari penyalahgunaan narkotika.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.