Sekdaprov Sumut Dorong Sosialisasi Kebijakan Lima Hari Belajar

oleh -175 Dilihat
Kebijakan Lima Hari Kerja
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Togap Simangunsong melakukan kunjungan dan silaturahmi dengan Pejabat dan Jajaran Staf ASN ke Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sumut di Jalan Teuku Cik Ditiro Medan, Jumat (1/8/2025).
banner 468x60
BAGIKAN

mediasumutku.co.id | MEDAN – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara, Togap Simangunsong, mengajak jajaran Dinas Pendidikan Sumut untuk terus menggencarkan sosialisasi kebijakan lima hari belajar di sekolah. Menurutnya, kebijakan tersebut bukan hanya soal pengurangan hari belajar, melainkan memiliki efek ganda (multiplier effect) yang sangat positif bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Togap saat bersilaturahmi dengan jajaran Dinas Pendidikan Sumut di Aula Kantor Dinas Pendidikan, Jalan Cik Ditiro No. 1 Medan, Jumat (1/8/2025).

banner 336x280

“Kebijakan lima hari belajar memiliki efek ganda yang sangat positif. Salah satunya terhadap pertumbuhan UMKM. Anak-anak punya waktu lebih bersama keluarga, orang tua bisa mengajak anak bermain dan berbelanja, yang pada akhirnya menggerakkan perekonomian sektor informal,” ujar Togap.

Ia menambahkan, studi lapangan menunjukkan adanya perbedaan dampak ekonomi di daerah yang sudah menerapkan lima hari belajar dibandingkan dengan yang belum. Namun, ia mengingatkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya memahami manfaat kebijakan ini.

“Program ini harus terus disosialisasikan, banyak yang belum melihat dampak nyatanya. Padahal sektor UMKM dan pariwisata juga ikut terdampak positif,” tegasnya.

Selain itu, Togap menyoroti pentingnya mengurangi beban administrasi bagi guru agar mereka bisa lebih fokus pada tugas utama mengajar dan mendidik.

“Jangan sampai guru habis waktu hanya mengurus laporan, angka kredit, dan administrasi. Kita perlu bantu mereka dengan sistem pendampingan atau tenaga administrasi agar kualitas pembelajaran tetap terjaga,” ucapnya.

Ia juga menekankan bahwa program prioritas Dinas Pendidikan Sumut harus selaras dengan program prioritas nasional serta visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut.

“Program-program sudah baik, sejalan dengan program nasional dalam memperkuat SDM, sains, dan teknologi. Tinggal bagaimana kita dari pucuk pimpinan hingga tingkat bawah kompak menyukseskan target-target yang sudah ada, agar visi-misi Gubernur Kolaborasi Sumut Berkah yang salah satunya meningkatkan kualitas SDM bisa terwujud,” jelas Togap.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Alexander Sinulingga, memaparkan sejumlah program prioritas pendidikan, di antaranya peningkatan Angka Partisipasi Murni (APM), wajib belajar 13 tahun, hingga penyelenggaraan SMA Terbuka di 20 sekolah dengan target 500 siswa putus sekolah.

Dinas Pendidikan juga mendorong pemerataan pendidikan berkualitas melalui pembangunan sekolah unggul berasrama, seperti SMAN 2 Balige, SMAN 1 Raya, SMAN 1 Matauli, dan SMAN 2 Sipirok, serta pengembangan 11 SMK unggulan di wilayah pantai timur, pantai barat, dan kepulauan.

“Sekolah-sekolah ini diharapkan menjadi pusat pertumbuhan mutu pendidikan di daerah masing-masing, terutama di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas,” jelas Alexander.

Pertemuan tersebut turut dihadiri para kepala bidang dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan se-Sumut.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.