Wali Kota Medan Dukung Jong Batak’s Arts Festival 2025: “Kita Harus Glorifikasi Budaya Sendiri”

oleh -257 Dilihat
Jong Batak's Art Festival
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Jong Batak’s Arts Festival (JBAF) yang akan digelar pada 18–28 Oktober 2025 di Taman Budaya Medan.
banner 468x60
BAGIKAN

mediasumutku.co.id | Medan – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Jong Batak’s Arts Festival (JBAF) yang akan digelar pada 18–28 Oktober 2025 di Taman Budaya Medan.

Dukungan itu disampaikan Rico saat menerima audiensi Rumah Karya Indonesia (RKI) selaku penyelenggara, Kamis (16/10) sore, di ruang kerjanya. Turut hadir Ketua RKI Marojahan Andrian Manalu dan Direktur Festival Andrin Manurung.

banner 336x280

Wali Kota mengapresiasi semangat anak muda yang terus memperjuangkan dan menghidupkan kebudayaan lokal di tengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi.

“Terima kasih kepada anak-anak muda yang terus memperjuangkan kebudayaan, yang sebenarnya adalah naluri daerah kita sendiri,” ujarnya.

Rico menilai generasi muda kini menghadapi tantangan besar di era digital. Budaya luar begitu mudah diakses dan digemari, sementara kekayaan budaya lokal sering terpinggirkan.

“Padahal kebudayaan kita luar biasa dan tidak akan habis untuk digali. Idealnya, kebudayaan kita juga harus bisa berkembang ke luar,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya menumbuhkan rasa percaya diri terhadap identitas budaya sendiri. Rico mencontohkan banyak daerah di Indonesia yang berhasil mendunia lewat eksplorasi budaya lokalnya.

“Kita harus mampu mengangkat dan mengglorifikasi kebudayaan kita sendiri. Tinggal bagaimana kita menyamakan frekuensinya dengan anak muda masa kini, misalnya lewat eksplorasi musik Batak dengan warna kontemporer,” katanya.

Rico berharap pelaksanaan JBAF dapat menjadi ruang inklusif bagi seniman muda Medan untuk berkarya dan menghadirkan ide-ide segar yang bisa diterima masyarakat luas.

“Ini soal ide dan kesempatan. Kita punya ruang yang sama untuk berkarya. Semoga kita bisa menemukan formula terbaik untuk menarik minat anak muda menghadiri kegiatan ini,” tambahnya.

Menurutnya, seniman Medan memiliki potensi dan daya cipta setara dengan tokoh-tokoh seni dunia.

“Seni kita juga harus bisa masuk ke ruang-ruang inklusif dan diterima luas,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Rumah Karya Indonesia Marojahan Andrian Manalu atau akrab disapa Ojax menjelaskan, Jong Batak’s Arts Festival merupakan festival budaya tahunan yang digagas sejak 2014. Tahun ini menjadi penyelenggaraan ke-12 dengan tema “Kebudayaan sebagai Gerakan Kolektif Ketahanan Pangan.”

“Kami berharap Bapak Wali Kota bisa hadir dalam pembukaan kegiatan pada 18 Oktober nanti,” ungkap Ojax.

Ia menambahkan, JBAF lahir dari keprihatinan atas melemahnya semangat kebudayaan lokal di kalangan generasi muda Sumatera Utara.

“Terinspirasi semangat Jong Batak tahun 1926 yang ikut merumuskan Sumpah Pemuda, festival ini menjadi wadah untuk menumbuhkan kembali identitas, nasionalisme, dan kebanggaan budaya,” ujarnya.

Tahun ini, fokus festival diarahkan pada isu ketahanan pangan sebagai bentuk kontribusi kebudayaan terhadap tantangan global.

Festival yang didukung Kementerian Kebudayaan, Dana Indonesiana, dan LPDP itu akan menampilkan beragam agenda, antara lain :

          Ritus dan aktivitas budaya terkait pangan,

           Pertemuan maestro budaya,

           Panggung eksplorasi seni untuk merespons isu pangan,

  • Pameran dan pemutaran film oleh perupa serta sineas,

  • Diskusi santai seputar isu budaya,

  • Serta kampanye kreatif khas Medan.

Selain itu, JBAF juga akan menghadirkan pasar produk pangan dan kreasi lokal dengan nuansa tempo dulu dan kini, panggung kolaborasi seni tradisi dan modern, serta kolaborasi internasional dengan negara-negara di Asia Tenggara untuk memperluas apresiasi budaya. (eko fitri)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.