Waket Komisi XIII Sebut Kurban Presiden Pakai APBN Bukan Hal Baru: Jangan Dipolitisasi

oleh -62 Dilihat
banner 468x60
BAGIKAN

Mediasumutku.co.id | Jakarta,Rabu 27 Mei 2026 – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso membela penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk program bantuan kurban Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, penggunaan anggaran negara untuk kegiatan sosial kemasyarakatan merupakan hal yang lazim dilakukan oleh seorang kepala negara.
“Ini hal yang biasa dalam persoalan kenegaraan. Presiden sebagai kepala negara memang memiliki anggaran yang diperuntukkan membantu masyarakat,” kata Sugiat, Rabu (27/5/2026).

Baca juga:  Dua Koperasi Hadir di Sumut, Dukung Program Ekonomi Kerakyatan Presiden Prabowo

Ia menegaskan, bantuan presiden kepada masyarakat tidak hanya dalam bentuk hewan kurban. Menurutnya, selama ini anggaran bantuan presiden juga digunakan untuk mendukung berbagai sektor lain yang menyentuh kepentingan publik.

banner 336x280

.”Bukan hanya kurban. Bantuan presiden juga banyak untuk pendidikan, kesehatan, sampai fasilitas publik. Jadi jangan melihat ini seolah sesuatu yang baru,” ujarnya.

“Dan kami berharap hal ini dilihat dari nilai kebermanfaatan kepada masyarakat. Dengan adanya hewan kurban ini, ada ribuan masyarakat yang terbantu khususnya di momen Idul Adha ini,” imbuhnya.

Baca juga:  Ade Jona Prasetyo: Idul Adha Ajarkan Pengorbanan yang Melahirkan Kebaikan dan Kebermanfaatan

Sugiat juga menepis anggapan bahwa penggunaan APBN untuk kurban presiden merupakan kebijakan yang baru terjadi pada masa pemerintahan Presiden Prabowo. Ia mengatakan, program bantuan kurban presiden telah berlangsung sejak era pemerintahan sebelumnya.

“Penggunaan APBN untuk bantuan kurban presiden ini sudah dilakukan secara terus-menerus, bukan hanya di masa Presiden Prabowo. Presiden-presiden sebelumnya juga melakukan hal yang sama,” katanya. Red

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.