Calendar of Event 2026, Strategi Pemprov Sumut Ratakan Manfaat Pariwisata ke 33 Daerah

oleh -198 Dilihat
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menempatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai instrumen strategis penggerak ekonomi daerah
banner 468x60
BAGIKAN

MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menempatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai instrumen strategis penggerak ekonomi daerah, bukan sekadar agenda hiburan. Hal itu tercermin dari peluncuran Calendar of Event (CoE) Sumatera Utara 2026 yang memuat 36 event unggulan hasil kolaborasi 33 kabupaten/kota.

Peluncuran CoE tersebut dilakukan Wakil Gubernur Sumut Surya di Gedung Serbaguna Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Kamis malam (29/1/2026).

banner 336x280

Menurut Surya, Calendar of Event dirancang untuk menciptakan kepastian agenda pariwisata sepanjang tahun, sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan dan memperluas sebaran destinasi.

“Pariwisata sekarang bukan lagi sektor pelengkap. Ia sudah menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Ketika event berjalan, UMKM hidup, transportasi bergerak, hotel terisi, dan ekonomi rakyat ikut tumbuh,” ujar Surya.

Ia menegaskan, pendekatan CoE 2026 diarahkan agar aktivitas ekonomi tidak terpusat di satu wilayah saja, melainkan tersebar merata dari Danau Toba, Pesisir Timur, Kepulauan Nias, hingga kawasan dataran tinggi dan perkotaan.

“Tidak ada daerah yang berdiri sendiri. Calendar of Event ini adalah simbol kolaborasi Sumatera Utara. Semua daerah terhubung dalam satu ekosistem promosi,” tegasnya.

Surya juga menekankan bahwa keberhasilan event tidak hanya diukur dari kemeriahan, melainkan dari pengalaman wisatawan. Karena itu, ia menggarisbawahi tiga faktor utama yang harus dijaga seluruh daerah penyelenggara, yakni kebersihan, keramahan, dan kesiapan infrastruktur.

“Wisatawan akan kembali bukan hanya karena acaranya bagus, tapi karena merasa nyaman dan dilayani dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumut Yuda Pratiwi Setiawan menjelaskan bahwa dari 51 event yang diusulkan daerah, hanya 36 yang lolos kurasi ketat dan ditetapkan sebagai event unggulan 2026.

Enam di antaranya bahkan masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI, yakni Manaiamolo Fest (Nias Selatan), Samosir Music International (Samosir), Festival Bunga dan Buah (Karo), Berlabuh (Deliserdang), Gelar Melayu Serumpun (Medan), serta Gebyar Batubara Beranjak (Batubara).

“Tujuan utama Calendar of Event ini adalah memperkuat branding Sumut, memberikan kepastian jadwal kunjungan, dan menangkap tren peningkatan wisatawan nusantara yang terus tumbuh,” ujar Yuda.

Selain event budaya dan tradisi, CoE 2026 juga akan diisi dengan sport tourism berskala nasional dan internasional, festival musik dan paduan suara, hingga event ekonomi kreatif dan fashion yang menyasar generasi muda.

Tren positif sektor pariwisata Sumut turut memperkuat optimisme tersebut. Hingga November 2025, kunjungan wisatawan mancanegara tercatat mencapai 268.939 kunjungan, meningkat 15,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Dengan sinergi pentahelix antara pemerintah, akademisi, komunitas, industri, dan media, kami optimistis pertumbuhan pariwisata Sumut di 2026 akan semakin kuat dan merata,” pungkas Yuda.

Peluncuran Calendar of Event 2026 turut dihadiri sejumlah kepala daerah, di antaranya Bupati Pakpak Bharat, Samosir, dan Dairi, serta Penjabat Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap, pimpinan OPD, BUMN, BUMD, asosiasi, dan komunitas pariwisata.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.