Bobby Nasution Tegaskan Kesejahteraan Buruh Prioritas, Soroti Lemahnya Pengawasan Ketenagakerjaan di Sumut

oleh -23 Dilihat
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution bersama Wakil Gubernur Sumut Surya, Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, Pj. Sekretaris Daerah Sumut Sulaiman Harahap, para perwakilan Forkopimda, serta OPD Pemprov Sumut menghadiri Peringatan Hari Buruh Internasional (MAYDAY) di Gedung Serbaguna Pemprov Sumut jalan Willem Iskandar, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (1/5/2026).
banner 468x60
BAGIKAN

DELISERDANG – Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menegaskan bahwa kesejahteraan buruh menjadi prioritas utama pemerintah, sekaligus menyoroti pentingnya penguatan pengawasan ketenagakerjaan dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Gedung Serbaguna Pemprov Sumut, Jumat (1/5/2026).

Peringatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Sumut Surya, Kapolda Sumut Wishnu Hermawan Februanto, Pj Sekdaprov Sulaiman Harahap, pimpinan DPRD Sumut, Ketua Panitia Hari Buruh Elfianti Tanjung, serta ribuan buruh dari sekitar 77 serikat pekerja.

banner 336x280

Dalam sambutannya, Bobby mengapresiasi peran buruh sebagai tulang punggung ekonomi sekaligus mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan.

“Terima kasih kepada para serikat yang sudah memperjuangkan nasib buruh. Peran buruh bukan hanya dalam ekonomi, tetapi juga membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang berdampak luas,” ujarnya.

Ia menegaskan seluruh tuntutan buruh menjadi prioritas, mulai dari perlindungan terhadap ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK), upah layak, pengesahan regulasi ketenagakerjaan baru, hingga isu penghapusan outsourcing.

“Semua tuntutan buruh itu prioritas. Yang bisa kami eksekusi di tingkat provinsi akan langsung kami lakukan, dan yang menjadi kewenangan pusat akan kami sampaikan ke Presiden,” tegasnya.

Namun di sisi lain, Bobby juga menyoroti persoalan klasik yang masih membayangi dunia ketenagakerjaan, yakni lemahnya pengawasan terhadap perusahaan. Ia menilai jumlah pengawas tenaga kerja saat ini belum sebanding dengan banyaknya perusahaan yang beroperasi di Sumatera Utara.

Karena itu, ia mendorong adanya penambahan anggaran serta peningkatan jumlah pengawas ketenagakerjaan guna memastikan hak-hak buruh benar-benar terlindungi di lapangan.

Selain aspek pengawasan, Bobby juga menekankan pentingnya pengendalian harga bahan pokok sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan buruh. Ia meminta kepala daerah kabupaten/kota aktif menggelar operasi pasar, terutama di wilayah dengan konsentrasi pekerja tinggi.

“Setinggi apa pun upah, kalau harga kebutuhan pokok ikut naik, kesejahteraan buruh tetap terganggu. Karena itu kita perlu intervensi lewat operasi pasar,” jelasnya.

Gubernur juga mengungkapkan rencana penyusunan skema khusus penyediaan rumah bagi buruh di tingkat provinsi, agar pekerja tidak hanya menyewa, tetapi bisa memiliki hunian sendiri.

“Kita ingin buruh punya aset. Nanti kita rumuskan skema terbaik, termasuk kemungkinan dukungan pembiayaan dari daerah,” katanya.

Peringatan May Day 2026 ini berlangsung meriah dan penuh kebersamaan, ditandai dengan pemotongan tumpeng serta pembagian hadiah lucky draw seperti sepeda motor dan sepeda kepada para buruh.

Di akhir sambutannya, Bobby berharap momentum May Day tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi penguat komitmen bersama dalam memperjuangkan kesejahteraan buruh di Sumatera Utara.

“Selamat Hari Buruh Internasional. Semoga buruh semakin sejahtera dan tetap menjadi tulang punggung ekonomi Sumut,” pungkasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.