USU dan Kesbangpol Sumut Perkuat Kolaborasi Optimalisasi Program “Desa Bersinar”

oleh -207 Dilihat
Kolaborasi USU dan Kesbangpol Sumut
Universitas Sumatera Utara (USU) berkolaborasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumatera Utara menyelenggarakan Pengabdian kepada Masyarakat
banner 468x60
BAGIKAN

mediasumutku.co.id | Medan – Universitas Sumatera Utara (USU) berkolaborasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumatera Utara menyelenggarakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Penguatan Kemitraan dan Kolaborasi antara Perguruan Tinggi dan Pemerintah Daerah dalam Upaya Optimalisasi Desa Bersinar (Bersih Narkoba) Sumut”. Kegiatan berlangsung di Aula Nusantara Kesbangpol Sumut dengan melibatkan pimpinan perguruan tinggi, pemerintah daerah, serta perwakilan IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor) LRPPN, Bantara, dan Titian Harapan.

Kegiatan dipimpin oleh Dr. Muhammad Arifin Nasution, S.Sos., M.SP (Wakil Rektor II USU sekaligus Ketua Tim PkM) bersama anggota tim Nana Dyki Dirbawanto, S.E., M.A.B dan Dr. Maulana Andinata Dalimunthe, M.A. Acara dibuka oleh Dr. Arifin bersama Kepala Badan Kesbangpol Sumut, Mulyono, S.T., M.Si.

banner 336x280

Dalam paparannya, Dr. Arifin menegaskan peran perguruan tinggi sebagai change agent pencegahan narkoba. USU mengembangkan lima pilar strategis kampus bersih narkoba:

  1. Kurikulum dan pembelajaran,

  2. Layanan serta kesejahteraan mahasiswa,

  3. Riset dan data analytics,

  4. Kebijakan serta tata kelola,

  5. Pengabdian dan ekosistem sosial.

“Dengan pilar ini, peran kampus menjadi terintegrasi, terukur, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Sumut Mulyono menekankan pentingnya sinergi lintas pihak. “Pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak dapat berjalan sendiri. Sinergi pemerintah, perguruan tinggi, IPWL, komunitas, dan keluarga adalah kunci agar Desa Bersinar benar-benar hidup,” tegasnya.

Pada sesi pelatihan, Dr. Maulana Andinata menyoroti komunikasi anti-stigma dan dukungan sosial dalam rehabilitasi. Sedangkan Nana Dyki memaparkan model kewirausahaan berbasis komunitas untuk memperkuat kemandirian ekonomi penyintas dan keluarganya.

Rangkaian kegiatan meliputi:

Penguatan tata kelola kolaboratif PT–Pemda untuk akselerasi program “Desa Bersinar”,

Pelatihan komunikasi empatik, peer support, dan alur rujukan layanan bagi IPWL,

Pengembangan micro-enterprise pemulihan.

Di akhir kegiatan, tim menyusun Rencana Aksi 90 Hari yang mencakup:

Pilot project “Desa Bersinar” di desa prioritas Sumut,

Draft SOP komunikasi anti-stigma dan alur rujukan IPWL–faskes–kampus,

Dashboard indikator & message map respons cepat,

Jadwal coaching bulanan (Oktober–Desember 2025).

Kegiatan ini menegaskan komitmen bersama USU, Kesbangpol Sumut, dan IPWL dalam membangun ekosistem pencegahan narkoba yang berkelanjutan di tingkat kampus hingga desa.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.